Melangkah Kembali

Ada kalanya kamu perlu kejadian hebat yang menghantam telak tepat di wajahmu untuk menyadarkanmu. Kembali pada jalan yang sebenarnya. Untuk tidak melihat ke belakang. Tapi melangkah kembali. Walau sendiri. Tetaplah melangkah.

 

Advertisements

Riset Ala Pippi Longstocking

Pippi Longstocking

Pernah dengar tentang Pippi Si Kaus Kaki Panjang atau Pippi Longstocking? Yup, Pippi adalah tokoh rekaan Astrid Lindgren. Anak perempuan, usia sekitar 9 tahun, teramat sangat kuat dan selalu ceria. Pippi adalah tokoh favorit saya sejak kecil sampai sekarang. Saya punya ketiga seri-nya. Buku ke-4, Pippi Menggunduli Pohon Natal, belum punya. Cari di Gramedia tidak ada.Mungkin di toko buku loak baru ada ya atau pesan online di eBay atau Amazon. Sampai sekarang, koleksi Pippi masih utuh, masih sering dibaca, dan kok ya masih relevan dengan kehidupan masa kini. Jarang-jarang ada buku anak yang kontennya pas di tiap masa. Astrid Lindgren yang seorang ibu, paham benar buku anak bukan semata hiburan tapi bagaimana menanamkan moral yang baik ke anak dengan pendekatan ala anak-anak juga.

Salah satu relevansi yang saya temukan ada kaitannya dengan pekerjaan. Kalau tidak salah, di buku #2 “Pippi Di Negeri Taka Tuka”, diceritakan Pippi menemukan kata “Selepung”. Pagi hari, Thomas dan Annika (sobat kental Pippi), menemukan Pippi lagi duduk di atas meja di dapur dengan mata berbinar-binar. “I found new word, SELEPUNG!!!!” Nah lho, selepung itu apa  tanya Thomas dan Annika. “Weee…lha iyo, selepung ki sak jane opo yooo” (kok malah jadi njawani…hehehehe) Yang tadinya gembira menemukan kata baru berganti suram karena menemukan masalah. Apa itu selepung? Seperti apa rupanya?Berbaukah? Hijau? Putih? Atau tidak berwarna. Apa bisa dimakan? Atau selepung itu obat? Untuk apa selepung? Dan baaaaaaaaaanyak pertanyaan lainnya. Pippi menemukan masalah!!! Continue reading

Remove Post and Untag

“Pasar” Facebook makin ramai saja. Pasar serba ada-apa aja ada-tinggal search aja….hehehehe…. Semakin banyak saja yang menggunakan Facebook sebagai toko. Simpel dan tanpa biaya dibanding membuat situs web khusus e-commerce. Namun ada kekurangannya juga jualan via Facebook. Kita tidak tahu kapan Zuckeberg memberlakukan term of condition yang melarang segala bentuk jual-beli atau kita ditarikin biaya atas jasa dia. Atau lapak kita kadang dimasuki pedagang lain yang numpang promo ini itu. Dan yang menurut saya paling annoying adalah tag-tag produk ini itu yang terkadang tanpa ijin.

Sebenarnya kita bisa saja melakukan keberatan dan menyampaikan baik-baik. Pedagang yang baik mau mengerti dan tidak akan men-tag kalau kita tidak suka. Atau langsung saja remove dan untag postingan yang annoying itu.  Awalnya lumayan susah, kita remove posting, tapi status poto masih tag, jadi sama juga bo’ong karena setiap comment akan masuk ke notification kita. Nah, sekarang Facebook cukup user frinedly untuk remove + untag posting yang kita ga suka.

Facebook menyediakan link remove + untag untuk posting sekaligus poto yang tidak kita suka. Caranya, pada setiap posting di pojok kanan atas ada icon X tersembunyi. Klik icon X, kemudian pilih mau remove post atau remove post and untag. Nanti akan muncul box konfirmasi. Klik yes dan terbebas dari postings mengganggu. Moga bermanfaat :D.

Halo Matahari…Cantik di Awal Tahun

Antara jam 11.00 – 11.30 kemarin, ada pertunjukan menarik di langit, Halo matahari. Halo ini dapat dilihat di beberapa wilayah di Jawa Tengah, termasuk Yogya. Lingkaran penuh terlihat mengelilingi matahari sebagai pusatnya. Cantik. Sayang, awan putih di salah satu sisi menyebabkan lingkaran tidak terlihat sempurna.

Halo Matahari, tertutup awan putih

 

Halo matahari, subhanallah...cantiknya kamu

HappY NeW YeaR….TahuN KelincI NekaT

Beberapa jam lagi, tahun 2011 datang.

Alhamdulillah, 2010 terlewati dengan cukup manis. Ada hambatan disana sini, tapi jalan terus pantang mundur. Waktu tidak mau diajak mundur. Tidak berasa berlalu begitu cepat pada beberapa peristiwa dan berasa lamaaaaaa di peristiwa yang lain. Seperti kata Umar Kayam, waktu tuh molor mengkerut. …..bisa cepat bisa lamaaaaa juga tergantung kita mempersepsikannya.  Alhamdulillah juga, beberapa resolusi terlaksana. Beberapa, karena malas, tidak semangat,  bahkan lupa kalau buat resolusi itu…hehehe…jadinya tidak terlaksana deh.

Bagaimana 2011? Masih ada resolusi lanjutan. Disebut tahun apa ya 2011? Tahun menulis? Tahun go national? Tahun optimis? Ahhh…..saya ingin menamakannya Tahun Nekat saja…hehehehe…

Tentang aktivitas nge-blog di 2011…sepertinya harus tobat nasuha…tiada ampun buat aktivitas nge-blog 2010 yang tidak konsisten….hehehehe…

So, Happy NEw Year ALL……..

Mendadak Takjub: TKW Nge-Blog

“kalo tkw ngeblog, dah lama tau” (YM seorang teman)… Buat saya baru, dan luar biasa!!!

Berapa banyak blog yang terekam di benak Anda? Yang menginspirasi, yang paling sering dikunjungi, yang link-nya hapal luar kepala tanpa perlu gugling untuk mengingat-ingat, yang membuat tertakjub-takjub. Sejak awal, saya suka mengunjungi blognya Trinity di Naked-Traveler. Alasan sederhana, pengalaman traveling-nya yang dinarasikan benar-benar menarik dan bikin iri.

Pagi tadi saya baru buka detik-inet. Pojok yang paling sering saya plototin adalah pemenang mingguan Internet Sehat Blog Award (ISBA). Untuk sekali ini saya benar-benar mendukung pilihan juri. Salah satu pemenang adalah blog milik mbak Rie Rie, seorang TKW di Hongkong. What??? TKW nge-blog??? Luar biasa!!! Langsung saya ke TKP dan semakin takjub dengan tulisannya mba Rie Rie. Continue reading

Facebook: Lahan Subur Online SHop

Facebook semakin merajalela. Akun pengguna telah menembus angka ratusan juta dan tampaknya akan terus membengkak. Meski kita tahu, satu orang bisa memiliki lebih dari satu akun. Saya sendiri punya dua akun… :). Satu hal yang sangat menarik dari perkembangan Facebook adalah semakin banyak perusahan berbagai skala memanfaatkan Facebook sebagai alat marketing. Angkanya mencapai 30 juta akun!!!! (Jawa Pos, 12 Okt ,10)

Kondisi ini dipicu dengan semakin familiarnya e-commerce. Kesibukan, jadwal yang padat, gaya hidup, serba praktis, dan pilihan yang beragam bisa menjadi pemicu orang tertarik pada online shop. Kita tinggal mengunjungi online shop, lihat-lihat produk, bandingkan harga, tanya dan tawar menawar, transaksi, dan barang langsung dikirim. Tidak repot dan tidak capek. Sebenarnya gaung e-commerce sudah ada sejak awal tahun 2000-an, namun tidak sesukses sekarang. Saat itu koneksi dan infrastruktur internet belum memadai, mahalnya sewa domain dan hosting, susahnya membangun website, jejaring sosial belum populer, transaksi e-banking dan m-banking belum familiar, dan yang terpenting “TRUST” belum ada.

Bandingkan dengan masa kini, bertaburan online shop dengan anekaragam produk. Menurut saya, setidaknya ada dua bentuk online shop, yaitu webshop dan netshop. Apa bedanya? Kalau webshop, basis online-shop-nya adalah website, baik yang profesional dengan domain dan hosting berbayar maupun yang berbasis webblog. Bisa dikatakan webshop adalah generasi pertama online shop. Sedangkan netshop, basis online-shop-nya adalah jejaring sosial (social netwrok), yang paling terkenal ya Facebook. Tentunya ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut adalah kelebihan dan kekurangannya berdasarkan pengalaman saya membuat kedua bentuk online shop ini. Continue reading