Facebook: Lahan Subur Online SHop

Facebook semakin merajalela. Akun pengguna telah menembus angka ratusan juta dan tampaknya akan terus membengkak. Meski kita tahu, satu orang bisa memiliki lebih dari satu akun. Saya sendiri punya dua akun…๐Ÿ™‚. Satu hal yang sangat menarik dari perkembangan Facebook adalah semakin banyak perusahan berbagai skala memanfaatkan Facebook sebagai alat marketing. Angkanya mencapai 30 juta akun!!!! (Jawa Pos, 12 Okt ,10)

Kondisi ini dipicu dengan semakin familiarnya e-commerce. Kesibukan, jadwal yang padat, gaya hidup, serba praktis, dan pilihan yang beragam bisa menjadi pemicu orang tertarik pada online shop. Kita tinggal mengunjungi online shop, lihat-lihat produk, bandingkan harga, tanya dan tawar menawar, transaksi, dan barang langsung dikirim. Tidak repot dan tidak capek. Sebenarnya gaung e-commerce sudah ada sejak awal tahun 2000-an, namun tidak sesukses sekarang. Saat itu koneksi dan infrastruktur internet belum memadai, mahalnya sewa domain dan hosting, susahnya membangun website, jejaring sosial belum populer, transaksi e-banking dan m-banking belum familiar, dan yang terpenting “TRUST” belum ada.

Bandingkan dengan masa kini, bertaburan online shop dengan anekaragam produk. Menurut saya, setidaknya ada dua bentuk online shop, yaitu webshop dan netshop. Apa bedanya? Kalau webshop, basis online-shop-nya adalah website, baik yang profesional dengan domain dan hosting berbayar maupun yang berbasis webblog. Bisa dikatakan webshop adalah generasi pertama online shop. Sedangkan netshop, basis online-shop-nya adalah jejaring sosial (social netwrok), yang paling terkenal ya Facebook. Tentunya ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut adalah kelebihan dan kekurangannya berdasarkan pengalaman saya membuat kedua bentuk online shop ini.

WEBSHOP

Lebih banyak aplikasi yang bisa kita tanamkan sesuai keinginan kita terutama aplikasi e-commerce. Webshop juga menunjukkan profesionalitas kita dalam mengelola bisnis secara online. Selain itu, kita bisa membuka space khusus untuk iklan/adsense. Bisa buat tambah-tambah koin…๐Ÿ™‚.
Biaya pembangunan website cukup mahal baik secara materi maupun immateri (waktu). Mulai dari sewa domain, hosting, dan webdesign. Beruntung jika kita punya basic webdesign, jadi akan lebih mudah. Alhamdulillah sekarang banyak website berbasis CMS (Content Management System) sehingga lebih gampang dalam pengelolaan. Jadi tidak perlu berkutat dengan code-code. Meski berbasis CMS, beberapa source code tetap perlu diotak-atik agar keamanan lebih terjamin dan tampilan lebih oke. Ingin yang gratis dan gampang, gunakan saja webblog. WordPress, Blogspot, Multiply, dan sebagainya semakin digemari untuk bisnis online.
Bagian yang cukup sulit berbisnis dengan model webshop adalah mencari pasar tertarget (niche market). Walaupun site kita SEO Friendly dan sudah di-index oleh mesin pencari tidak ada jaminan bahwa “toko” kita banyak pengunjungnya dan ada yang bertransaksi. Butuh waktu. Benar-benar butuh waktu dan kesabaran.

NETSHOP

Biaya membangun netshop dengan menggunakan Facebook terhitung murah. Kita hanya perlu biaya koneksi. Pasarnya bisa kita buat lebih tertarget dengan membidik pengguna yang “hobi belanja online”. Tidak terlalu sulit menemukan mereka. Search saja toko yang serupa dengan kita, lihat pengguna yang sering bertransaksi, add mereka. Atau, tag foto produk, pengguna di luar jaringan kita yang tertarik dengan sendirinya akan minta di-add. Atau….iklankan produk kita. Facebook menyediakan layanan gratis beriklan yang akan muncul di sisi kanan halaman secara random.

Sayangnya, Facebook hanya mengijinkan add 10 orang per-hari. Bagi akun baru akan lebih sedikit lagi. Jika melebihi batas maksimal, akan muncul kode verifikasi yang menjengkelkan. Jika masih tetap membandel, akan di-warning dan di-blok selama beberapa jam hingga beberapa hari. Kalau sudah begini, sabar saja. Ikuti saja aturan main mereka karena ini hanya terjadi di awal penggunaan. Batas maksimal teman yang bisa di-add adalah 4.999 pengguna. Pasar jadi terbatas sehingga mau tidak mau kita harus membuka akun baru lagi.

 

Mana yang paling menguntungkan? Menurut saya kombinasi keduanya, membuat webshop sekaligus netshop. Akan merepotkan sih, tapi keduanya bisa saling melengkapi. Untuk awal-awal berbisnis online bisa gunakan model netshop terlebih dahulu terutama untuk menjaring pasar. Berdasarkan pencarian di Facebook, ada 401.000 akun dengan inisial shop, 33.000 berinisial toko, 41.000 berinisial outlet, 24.000 berinisial butik. Ini sebagian besar milik orang Indonesia lhoo.

Selamat memperluas jaringan pasar…sukses selalu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s