Roadmap TV Digital di Indonesia

Berdasarkan roadmap konvergensi TIK, direncanakan di tahun 2018, teknologi penyiaran atau broadcasting di Indonesia akan beralih ke teknologi digital. Migrasi di era konvergensi tidak bisa dielakkan lagi. Bahkan sekarang pun, kita sudah berada di era konvergensi meski media-nya masih terbatas. Chatting, email, live music, podvideo, TV viewing sudah bisa dilakukan melalui handphone dan komputer (terkoneksi internet). Di era konvergensi nanti, media lain seperti TV akan bisa memberikan layanan apa pun. Anything to any media.

Persiapan menuju era TV digital untuk sementara ini mengacu pada Permen Kominfo No 32/2009 tentang Penyelenggaraan Penyiaran TV Digital Teresterial. Semakin kecilnya ruang kanal frekuensi yang dimiliki Indonesia, menyebabkan tidak semua permintaan ijin siaran dikabulkan. Setidaknya terdapat 450 pemohon baru yang tidak tertampung sehingga perlu efisiensi penggunaan kanal frekuensi dengan melakukan digitisation, memampatkan kanal frekuensi, untuk menampung pemohon baru.
Kanal frekuensi yang mencukupi, banyak pemohon ijin siaran, diversifikasi industri konten kreatif akan menjadi kolaborasi manis dalam menghadirkan pilihan-pilihan program siaran. Penonton akan dihadapkan pada ragam pilihan yang bisa ia pilih dan ia kontrol dengan sesuka hatinya. Penonton yang pasif akan berubah menjadi penonton yang aktif. Pasive Viewer become interactive viewer.

Tahapan migrasi penyiaran digital dimulai pada tahap uji coba (2008-2009). Untuk sementara telah dilakukan di wilayah Jabotabek. dan penghentian ijin pemohon baru. Dilanjutkan tahap simulcast (2009-2017). Pada tahap ini, penyiaran digital dilangsungkan bersamaan dengan penyiaran analog. Tahap ini direncanakan untuk memberi kesempatan pada masyarakat menyiapkan peralatan penerima digital seperti set-top-box (STB) dengan harga (menurut pemerintah) dapat dijangkau dari pada HDTV yang fully digital. Tahap cut off di tahun 2018 menjadi masa dimana penyiaran analog dihentikan total.

Tentunya pelaksanaan cut-off ini akan berimplikasi luas dan memerlukan kematangan luar biasa. Seperti halnya pada  ketakutan komunitas Pers saat peralihan menuju teknologi digital. Rumor bahwa koran digital akan menggerus koran konvensional, atau paper based newspaper, tidak terbukti kebenarannya. Digital dan konvensional masih bisa berjalan beriringan dalam jangka waktu yang sangat lama. Yah, tidak bisa disamakan medium pengantar TV dan Koran, karena medium TV sangat terbatas (sebenarnya koran juga, tapi bisa didaur ulang). Spektrum frekuensi yang sudah dialokasikan tidak bisa diperluas. Tapi bisa dialih-fungsikan atau dimampatkan.

Dari ragam teknik transmisi penyiaran digital, Indonesia akan memakai teknik DVB-T (Digital Video Broadcast-Teresetrial).  DVB-T banyak diadopsi di negara-negara Eropa, Asia, dan Australia.  Di Eropa sendiri dikembangkan sejak 1988. Negara lain mengembangkan sekaligus mengadopsi teknik ATSC (Amerika), ISDB-T (Jepang), T-DMB (Korea), dan DMB-T (China).

wilayah pengembangan dan adopsi TVD

2 thoughts on “Roadmap TV Digital di Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s