Analisis Biaya Desain Sistem Informasi (Part #2)

Lanjut sesi tentang analisis biaya yang lalu ya.

Salah satu komponen yang harus diperhitungkan sejak awal dalam desain dan implementasi sistem adalah komponen biaya. Komponen biaya sendiri terbagi dalam beberapa bagian : biaya pengadaan (procurement cost), biaya persiapan operasi (start-up cost), biaya proyek (project cost), dan biaya operasi serta perawatan (ongoing and maintenance cost). (baca lagi part#1)

Sebelum menguraikan tiap komponen biaya, kita perlu menentukan besaran index inflasi. Kenapa? Karena ini berkaitan dengan biaya yang akan dibayarkan untuk tahun-tahun selanjutnya. Nilai saat ini akan berbeda dengan nilai tahun berikutnya (x+1). Besarnya index inflasi bisa diasumsikan atau kalau mau lebih akurat bisa cek di web depkeu. Dalam kondisi normal umumnya menggunakan besaran 6-8%.

Setelah mengasumsikan nilai index inflasi, boleh deh lanjut ke uraian komponen biaya. Ini bisa dijadikan contoh.

1. Biaya Pengadaan. Dihitung pada tahun ke-0 atau sebelum sistem informasi diimplementasikan. Contoh biaya pengadaan:

• Biaya pembelian hardware : server, PC, switch, hub, kabel data, printer, scanner, fax, dll
• Biaya instalasi hardware : diperhitungkan meski yang meng-instalasi adalah pihak internal perusahaan. Istilahnya honor buat petugas instalasi
• Biaya modifikasi ruangan : biasanya implementasi sisfo memaksa untuk merenovasi atau memodifikasi ruangan. Tidak hanya agar lebih nyaman, tetapi agar perangkat dari sisfo yang dirancang bisa bekerja dengan baik. Biaya yang dimasukan berupa perbaikan ruang, penambahan AC, dsb.

2. Biaya Persiapan Operasi. Dihitung pada tahun ke-0 juga. Contoh biaya persiapan operasi:

• Biaya aplikasi sistem informasi. Jika menyerahkan ke pihak ketiga lebih mudah menentukan nilainya berdasarkan desain sistem yang diajukan. Tapi jika membuat sistem sendiri agak sedikit rumit.
• Biaya instalasi jaringan komunikasi
• Biaya training, dihitung per-jam atau per-hari. Biaya training ditujukan untuk mereka yang akan menggunakan aplikasi tersebut seperti administrator, frontliner, bag. keuangan, bag.umum. dsb.

3. Biaya Proyek. Juga dihitung di tahun ke-0. Umumnya berupa biaya honor konsultan dan administrasi proses implementasi. Seperti biaya analis, programmer, web designer, akomodasi, pengumpulan data, dokumentasi, rapat, dsb.

4. Biaya Operasi dan Perawatan. Dihitung setelah tahun ke-0. Diperhitungkan hingga biaya investasi tertutupi. Dengan memperhitungkan komponen manfaat akan diketahui periode pengembaliannya. Contoh biaya operasi diantaranya perawatan hardware (ada biaya penyusutan juga), perawatan software, gaji personil, biaya overhead (listrik, telepon), dsb.

Download contoh CBA komponen biaya (excel)

One thought on “Analisis Biaya Desain Sistem Informasi (Part #2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s