Analisis Biaya Desain Sistem Informasi

Saat melakukan desain sistem informasi, pasti terdapat aspek analisis biaya yang harus diperhitungkan. Analisis biaya menjadi salah satu penentu sistem ini layak atau tidak sih untuk diimplementasikan. Jangan-jangan kemahalan. Payback period-nya kelamaan. Terutama dalam sebuah perusahaan atau dunia bisnis. Setiap inovasi termasuk pembuatan desain sistem harus memperhitungkan untung ruginya. Investasi yang ditanam harus mendatangkan keuntungan bagi perusahaan.

Keuntungan bisa saja berbentuk materiil bisa juga tidak. Maka dalam analisis biaya sistem informasi ada keuntungan yang berujud (tangible cost) dan keuntungan tidak berujud (intangible cost). Jika manfaat atau keuntungan yang diperoleh lebih kecil dari nilai investasi, maka sistem informasi tersebut tidak layak dikembangkan. Sedangkan jika manfaat yang diperoleh sama atau lebih besar dari nilai investasi, maka sistem informasi layak dikembangkan

Analisis biaya dalam desain sistem informasi bisa dilakukan dengan beragam cara salah satunya dengan Cost Benefit Analysis (CBA). Perhitungan CBA melibatkan perhitungan komponen biaya dan komponen manfaat.

Komponen biaya sendiri meliputi biaya pengadaan (procurement cost), biaya persiapan operasi (start-up cost), biaya proyek (project cost), dan biaya operasi serta perawatan (ongoing and maintenance cost).

  1. Biaya pengadaan diperhitungkan di awal tahun (tahun ke-0) dan masuk dalam capital cost. Komponen yang masuk dalam biaya pengadaan yaitu biaya konsultasi pengadaan perangkat keras, biaya pembelian atau sewa (leasing) perangkat keras, biaya instalasi perangkat keras, biaya fasilitasi ruangan, biaya modal pengadaan perangkat keras, dan biaya manajemen dan staff selama proses pengadaan.
  2. Biaya persiapan operasi, didalamnya terdapat biaya pembelian perangkat lunak, biaya instalasi peralatan komunikasi, biaya persiapan personil, biaya reorganisasi, biaya manajemen dan staff selama proses persiapan.
  3. Biaya proyek berhubungan dengan biaya untuk mengembangkan sistem yang meliputi biaya tahap analisis sistem, biaya tahap disain sistem, dan biaya tahap penerapan sistem.
  4. Biaya operasi serta perawatan dikeluarkan setelah tahun ke-0 meliputi operasi dan perawatan perangkat keras, perangkat lunak, dan fasilitas. Biaya tersebut meliputi biaya personil, biaya overhead, biaya perawatan perangkat keras, biaya perawatan perangkat lunak, biaya manajemen yang terlibat, dan biaya penyusutan (depresiasi).

Sedangkan komponen manfaat dapat dikelompokan pada manfaat mengurangi kesalahan (error reduction, ER), manfaat mengurangi biaya (cost reduction or avoidance, CR), manfaat meningkatkan kecepatan aktivitas (increased speed of activity, IS), dan manfaat meningkatkan perencanaan dan pengendalian manajemen (improved in management planning or control, MC).

Oya, komponen manfaat tadi dikategorikan dalam tangible cost dan intangible cost. Manfaat berujud diantaranya adalah pengurangan biaya operasi, pengurangan kesalahan proses, pengurangan biaya telekomunikasi, peningkatan penjualan, pengurangan biaya persediaan, dan pengurangan kredit tak tertagih. Manfaat tak berujud adakah keuntungan-keuntungan yang sulit diukur dalam bentuk satuan unit uang, diantaranya peningkatan pelayanan, peningkatan kepuasan konsumen, peningkatan kepuasan kerja personil, dan peningkatan pengambilan keputusan manajemen.

Hmmm…contoh perhitungannya lanjut ke sesi berikutnya yaaa

One thought on “Analisis Biaya Desain Sistem Informasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s