KILAS BALIK TIK 2009

Tahun 2009 bisa dikatakan sebagai tahunnya TIK, apalagi kehadiran UU ITE menimbulkan kontroversi yang luar biasa hingga tutup tahun. Bersyukur, Prita dibebas-murnikan menjelang pergantian tahun. Apa saja yang terjadi selama satu tahun ini?

Januari 2009

  • Windows 7 dirilis untuk pertama kalinya
  • Dirut Telkomsel berganti. arwoto Atmosutarno resmi dikukuhkan sebagai Direktur Utama Telkomsel menggantikan Kiskenda Suriahardja. Pergantian Dirut ini dilakukan tanpa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

Februari 2009

  • Peraturan kampanye melalui SMS diberlakukan. KPU mengirimkan SMS broadcast tentang pelaksanaan Pemilu Legislatif 2009 kepada masyarakat.
  • Puluhan menara telekomunikasi dirobohkan di Kab. Badung, Bali. Pemkab Badung merobohkan puluhan menara yang dinilai melanggar peraturan daerah dan tidak memiliki surat ijin pendirian. Pemkab meminta dibangunnya menara bersama yang dapat digunakan secara bersama oleh operator seluler.

Maret 2009

  • RI-Korea jajaki kerja sama backbone international, menyikapi terputusnya jaringan komunikasi akibat gempa berkekuatan 7,1 SR di Taiwan

April 2009

  • Pelaksanaan Pemilu Legislatif. Sistem informasi pusat tabulasi nasional tidak berjalan dengan baik. Panitia lebih mengandalkan perhitungan secara manual karena sisitem informasi yang disediakan tidak mampu memenuhi kebutuhan di lapangan. Banyak pihak menuntut dilakukannya audit sistem informasi KPU yang dinilai bermasalah.

Mei 2009

  • Facebook diharamkan oleh ulama Jawa Timur. Dinilai mengganggu aktivitas santri dan pondok pesantren, ulama Jawa Timur mengharamkan Facebook.
  • Puspitek Serpong mengembangkan teknologi WiMax

Juni 2009

  • Mengeluhkan pelayanan RS Omni International yang dinilai tidak prima, Prita Mulyasari dijerat Pasal 27 ayat (3) UU ITE atas dasar pencemaran nama baik. Jutaan Facebooker mengalang dukungan bagi Prita dan mampu menggoyang pemerintah untuk mengambil tindakan tegas. Menjadi awal kekuatan massa di dunia maya yang mampu menuntut pemerintah mengambil tindakan nyata tanpa harus turun ke jalan.

Juli 2009

  • Operator seluler mendukung pelaksaan Pipres 2009 dengan mengoptimalkan jaringan komunikasi data dan suara
  • Trafik data Indosat meningkat 13,53% selama Pipres dan proses quick count.

Agustus 2009

  • Indoesat sukses meluncurkan Satelit Palapa-D. Satelit Palapa-D yang menggantikan Palapa-C diluncurkan di Thales Alenia Space, Prancis memiliki life time 15 tahun beroperasi pada layanan C-band dan Ku-band.
  • Depkominfo memantau kesiapan Service Center RIM Blackberry. Sebelumnya blackberry dilarang distribusinya karena tidak  memilki pusat center layanan di Indonesia sebagaimana yang telah diatur oleh Postel.

September 2009

  • Kuota layanan FLASH disunat Telkomsel. BRTI menegur Telkomsel yang memangkas kuota bandwith yang dinilai merugikan dan menipu pelanggan Flash.
  • Joko Anwar menepati janjinya bugil di minimarket. Joko Anwar, penulis dan sutradara film Janji Joni, memposting di Twitternya akan bertelanjang di mini market jika follower-nya mencapai 3000 orang dalam 1 hari. Tak disangka, jumlah followernya mencapai 21.000 orang. Janji tetap janji, harus ditunaikan.

Oktober 2009

  • Departemen Komunikasi dan Informatika dipimpin oleh Tifatul Sembiring. Dilantiknya TS sebagai Menkominfo sempat menimbulkan reaksi penolakan karena dinilai tidak memiliki kredibilats dan kompetensi yang baik di bidang TIK. Penilaian ini dibantah oleh TS dalam Pesta Blogger 2009.
  • Menkominfo mencanangkan program 100 hari, 100 Desa PINTER (desa PUNya inTERnet)

November 2009

  • Ratusan ribu blog dibawah naungan blogspot tidak dapat diakses. Menkominfo meminta pemblokiran situs/blog porno. Adanya kesalahan komunikasi menyebabkan ribuan blogger terkena dampaknya, situs tak dapat diakses meski kontennya jauh dari kriteria situs porno
  • Publik kembali menggalang dukungan melalui dunia maya. Jutaan Facebooker memberi dukungan penuntasan kasus Bibit-Chandara. Group yang dibuat oleh M.Yusman ini mampu menggoyang Istana Negara hingga membentuk Tim 8.
  • Arogansi oknum Brimob di Facebook. Evan, oknum Brimob, memancing kemarahan facebooker atas posting-nya yang arogan terhadap kekuasaan Polisi terkait kasus Polri-KPK.

Desember 2009

  • Desa PINTER ke-60 diimplementasikan
  • E-gov Award 2009 jatuh pada Departemen Pertanian, Kabupaten Jembrana, Prov Jawa Barat, Prov. Jawa Timur.
  • Koin-koin untuk Prita Mulya Sari  mencapai 1 Miliar lebih. Prita Mulyasari dibebas-murnikan oleh Pengadilan Negeri Tangerang
  • Luna Maya kesandung UU ITE. Asosiasi wartawan menuntut Luna Maya dengan pencemaran nama baik atas statusnya di Twitter
  • Desakan untuk merivisi UU ITE semakin menguat

Indonesia, Masuk Dalam 10 Negara Pengakes Facebook Terbesar

Dalam rilis yang dikeluarkan www.checkfacebook.com, Indonesia termasuk 10 negara pengases Facebook terbesar. Bahkan satu-satunya negara di Asia. Indonesia berada di posisi 7 setelah Amerika, Inggris, Turki, Prancis, Kanada, dan Italia. Luar biasaaa…. Pertumbuhan user selama satu pekan pun termasuk tinggi 6,84% atau setara dengan  752.640 user. Hanya terpaut satu strip dengan Malaysia. Saat ini jumlah user Facebook di Indonesia mencapai 11.759.980 user.

Mayoritas user adalah laki-laki, namun tidak banyak selisihnya dengan perempuan, totalnya adalah 6.824.520 user atau sekitar 58,1%. Sedangkan total user perempuan adalah 4.922.240 user (41.9%). Dari sisi usia, pengakses terbesar adalah mereka yang berusia 18-24 tahun sekitar 40.1% (4.749.580 user). Sepertinya, mahasiswa lebih sering bermain-main dengan FB. Di atas sedikit, jumlah pengakses usia 25-34 tahun mencapai 3.000.200 (25,3%). Hebatnya, ada juga facebooker cilik yang berusia di bawah 13 tahun. Jumlahnya tidak bisa dibilang sedikit, 228.240 user. Banyak juga kan.

Jika melihat tulisan sebelumnya, sangat wajar pertumbuhan akses FB begitu pesatnya. Bahkan alexa sendiri menyatakan Facebook adalah situs paling sering dikunjungi dibanding Google dan Yahoo. Benar-benar facebook maniac.

Sebenarnya, apa sih yang menyebabkan pertumbuhan di Indonesia bisa begitu tingginya. Jika dilihat dari infrastruktur jaringan internet, kita masih kekurangan banget. Mungkin beberapa hal ini bisa menjadi pemicunya:

  • Harga handphone sangat murah begitu pun tarif komunikasi dan internet. Lebih murah dari beli komputer dan  nge-net di warnet. Jika masa dulu, untuk membeli handphone low end dengan nada dering polifonik kita perlu merogoh kantong lebih dalam. Sekarang, dengan 200 ribu saja sudah dapat handphone keren, berwarna, berpemutar musik, bisa internetan pula. Maka, ber-facebook pun semakin mudah dan murah
  • Foto digital semakin digilai. Baik camera digital maupun handphone berkamera menjadi media tepat untuk mengekspresikan diri. Semakin banyak orang mengabadikan momen dalam hidupnya dan berbagi dengan orang lain.
  • Pergeseran iklim sosial-politik menjadi pemicu pula. People Power benar-benar terasa dimana penggalangan dukungan bisa mencapai jutaan massa dan mampu menggoyang pemerintah untuk mengambil tindakan tegas terhadap kasus-kasus nasional . Kasus Prita dan KPK menjadi contoh fenomena sosial-politik yang mencolok.

2009, TAHUN MILIK PUBLIK

Patung dewi keadilan yang selama ini kita lihat tak lagi menggenggam pedang di tangan kanannya. Matanya masih tertutup dan tangan kirinya masih memegang neraca keadilan. Menimbang keadilan tidak dengan mata nyatanya namun dengan mata hatinya yang menembus hingga sudut-sudut kegelapan. Dan pedangnya, mungkin telah ia sampirkan karena tak lagi mampu menebas rimba-rimba ketidakadilan yang semakin rimbun dan gelap. Dewi keadilan telah bermetamorfosa, mengikuti jaman yang terus bergerak dinamis. Dewi keadilan telah menggenggam handphone cerdas di tangan kanannya. Ya, sebuah handphone dan bukan pedang.

Merefleksi fenomena sosial politik di tahun 2009, sungguh mengejutkan dan mengasyikan. People power tak hanya terderngar gaungnya tapi juga mampu mengendalikan kekuasaan dan keadilan di negeri ini. Tidak, tidak hanya di negeri yang sedang kisruh ini tapi agaknya seluruh dunia. Akan tetapi Indonesia menjadi fenomena sosial politik yang mengguncang dunia. Pemilu 2009 baik pemilihan legislatif dan pemilihan presiden bukanlah peristiwa yang menghebohkan. Terlalu biasa dengan permasalahan dan penyelesaian yang biasa pula. Setiap lima tahun sekali selalu terjadi kan. Dan kita tak pernah mau dan banyak belajar untuk memperbaiki masalah-masalah yang tampak nyata itu. Pengaruh publik dalam penuntasan masalah hokum di Indonesia mungkin menjadi kasus fenomenal sepanjang tahun 2009 ini. Reaksi publik yang mengejutkan dan akan terkenang sepanjang sejarah negeri.

Mari kita telusuri jejak-jejak pengaruh publik dalam ranah hukum negeri ini. Bermula dari kasus Prita yang melayangkan keluhannya atas pelayanan tidak prima dan tidak kooperatif dari RS. Omni International ke sebuah milis. Tak disangka, keluhan yang bermula sebagai curahan hati pasien sekaligus konsumen itu berbalas tuntutan tindak pidana dan perdata ata dasar pencemaran nama baik. Pasal 27 UU ITE menjerat Prita dengan hukuman penjara dan  ganti rugi yang tak sedikt jumlahnya. Awalnya persidang berjalan tidak adil dan memihak karena tak satu pun media menyorot masalah ini. Namun, seketika berubah saat jutaan facebooker memberikan dukungan, menuntut permasalahan ini diselesaikan dengan jelas dan adil. Keadaan berbalik, pemerintah yang saat itu tak tahu menahu segera mengambil tindakan penyelesaian hukum. Kasus ini tidak bergulir singkat, Prita masih dikenai tuntutan ganti rugi Rp. 204 juta. Lagi-lagi dunia maya menghimpun kekuatan mengumpulkan koin hingga menembus angka 1 miliar. Tangan Tuhan telah bermain melalui tangan-tangan publik.

Roda masih bergulir, kali ini menimpa petinggi KPK, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M. Hamzah. Keduanya dinilai menyelewengkan wewenang KPK dan menghadapi konflik antai lembaga dengan Polri. Merasa ada yang tidak beres dengan masalah ini serta sikap pemerintah yang tidak tegas, meresahkan khalayak ramai. Publik merasa keganjilan akan penahan Bibit-Chandra hingga bersuaralah di dunia maya mencari dukungan sebanyak-banyaknya tidak hanya bagi kedua petinggi KPK tersebut tetapi lebih pada penegakan tindak pidana korupsi di negeri ini. Adalah Usman, seorang dosen Universita Muhammadiyah Bengkulu, yang membuat akun dukungan bagi KPK dan penegakan tindak pidana korupsi agar masyarakat mengetahui dan mendukung. Sungguh luar biasa, tindakan kecilnya berdampak besar bagi penyelesaian masalah ini yang berlarut-larut. Satu klik-nya mampu menggetarkan istana negara.

Itu barulah dua kasus besar yang mengejutkan dan mampu menggoyang sekaligus menekan pemerintah untuk mengambil tindakan. Masih banyak dukungan-dukungan yang dilayangkan di dunia maya. Tidak hanya di Facebook, bahkan twitter, blog, myspace, milis, dan forum-forum komunitas intens dalam menggalang dukungan. Berdasarkan statistik Facebook, Indonesia termasuk dalam 10 besar negara dengan jumlah pengakses terbesar dan tingkat pertumbuhan tertinggi. Kedudukan Indonesia setara dengan negara-negara Eropa (Amerika, UK, Turki, dan Kanada) bahkan melampui negara Asia manapun dan Australia. Jumlah pemilik akun Facebook di Indonesia saat ini mencapai 11.759.980 user (www.checkfacebook.com). Apa yang dicetuskan Tan Malaka tentang Massa Actie 2.0 tampaknya telah terbukti. Bahwa aksi massa dari orang banyak akan mampu memenuhi kehendak ekonmi politik. Kekuatan massa akan terhimpun, terorganisir dengan rapi, dan berjalan tanpa seorang pun mampu mencegahnya bahkan pemilik kekuasaan sekalipun. Kehadiran era digital mampu mengubah tatanan sosial masyarakat dalam mengorganisasi kekuatan massa secara rapi dan terstruktur tanpa perlu bertatap muka dengan jumlah kekuatan yang jauh lebih besar. Akan tetapi, penggalangan di dunia maya tak akan berarti tanpa aksi-aksi di  dunia nyata. Pewacanaan melalui media massa konvensional, baik koran, televisi, dan radio penting artinya agar gerakan ini menjadi gerakan nyata dan massif.

Publik memainkan peranan penting dalam pengambilan kebijakan pemerintah. Sepanjang tahun 2009, teknologi telah membentuk masyarakat menjadi kritis dan berperan dalam pemerintah. Tak sekedar menjadi penonton dan melakukan pembiaran bagi pemerintah dalam bertindak dan berkeputusan. Meski komputer masih barang mahal dan langka di negeri ini tapi tidak untuk telepon seluler. Dengan 200 ribu saja masyarakat sudah mampu ber-social networking yang berarti turut serta dalam lingkaran kekuatan publik yang tak hanya mampu merubah iklim berdemokrasi tapi  juga sosial politik. Maka suara rakyat adalah suara Tuhan saat ini bisa jadi suatu kebenaran dan kenyataan. Dan Dewi Keadilan pun akan semakin rajin meng-update informasi sehingga lebih tajam melihat dan menimbang yang hak dan yang bathil.

Bagaimana Menambah Widget “Live Traffic” di WordPress??

Diantara semua layanan blog, mungkin wordpress yang paling pelit ngasih fitur-fitur widgets. Fitur widgets-nya sebenarnya sudah disediakan, tapi rada ribet kalau mo menambah widget dengan script java atau html. Berbeda dengan blogger yang lebih fleksibel bagi penggunanya untuk otak atik tampilan (termasuk widgets) blog. Hal ini karena wordpress menerapkan sistem WYSIWYG. Jadi, apa yang ditampilkan di interface itulah yang bisa kita gunakan. WordPress juga menerapkan sistem yang umum digunakan oleh semua pengguna. So, perubahan sedikit akan merubah semua tampilan akun wordpress. Untuk memproteksinya, mereka menerapkan sistem diatas. Kecuali untuk pengguna berbayar.

Jangan berkecil hati, beberapa trik bisa kita lakukan untuk mempercantik wordpress. Bahkan bisa untuk menampilkan bisinis afiliasi kita….menyenangkannnn…

Sekarang kita cari tahu trik mempercantik wordpress dengan menambahkan widget “live traffic”. Live traffic (LT) apaan sih??? LT memperlihatkan darimana saja pengakses situs/blog kita secara langsung. Begitu ada yang mengakses akan terlihat dari mana dia. Like this…

Caranya??? Buka site www.feedjit.com. Udah?? Di bagian atas ada tombol widgets…nah klik aja tuh. Sampailah di halaman Free FEEDJIT Widgets. Untuk pengguna selain wordpress bisa langsung ngikutin step-step di halaman tersebut. Tapi khusus wordpress, klik bagian atas laman. Ini khusus untuk wordpress.

Selanjutnya akan tampil laman berikut. Disini bisa kustomisasi warna, ukuran, background yang sesuai dengan blog kita. Dibawahnya ada script, copy.

Masuk ke akun wordpress kita. Klik widget (apperance –> widgets). Pilih widget “TEXT”, copy-kan script tadi ke kotak text. Save!!!. Nah selanjutnya bisa diatur posisinya dimana.
Gampang kan

FAST!! Metode Analisis & Desain Sistem Informasi

Banyak sekali yang mengira bahwa sistem informasi hanya seputar pada pembuatan aplikasi sistem, baik database maupun user interface-nya. Padahal, bagian yang berperan besar untuk menentukan sebuah sistem informasi layak diteruskan atau tidak adalah pada saat analisis dan perancangan sistem ( information system analysis and design).

Analisis dan desain sistem informasi (ADSI) merupakan tahapan yang harus dilalui setiap kali kita ingin membuat aplikasi sistem informasi. Dari sini kita merancang, sistem ini untuk apa sih, kebutuhannya apa aja, siapa yang akan menggunakan, fungsi dan tugas apa yang menjadi hak pengguna, berapa biaya yang akan dikeluarkan, berapa lama waktu pengembangannya, kelayakannya, prospek pengembangannya, dan sebagainya. Hal ini ditujukan agar sistem tidak habis pakai, bisa dikembangkan sesuai dengan perkembangan organisasi/perusahaan yang dinamis. Itulah kenapa dokumentasi pengembangan sistem sangat penting artinya. Bukan hanya aplikasinya saja.

Banyak sekali metode ADSI, ada RAD (rapid application development), SDLC (system development life cycle), Prototype, Waterfall, dan masih banyak lagi. Setiap metode memiliki ciri dan tahapan yang berbeda. Mau yang ingin cepat rampung atau yang super lambat??? Ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Salah satu metode ADSI adalah FAST!!!

FAST atau Framework for the Applications of System Technology mendefinisikan tahapan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi, dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikan. Tahapan pada FAST berdasarkan pada permasalahan dan kesempatan yang dihadapi dengan peningkatan-peningkatan yang diharapkan dari sistem yang dikembangkan.

FAST sendiri berkaitan erat dengan analisis dan desain sistem melalui cara PIECES (Performance, Information, Economics, Control, Efficiency, dan Service). PIECES membantu metode FAST pada tahap analisis masalah dan kebutuhan sistem, meliputi:

  • Performance (kinerja), peningkatan terhadap kinerja sistem yang baru sehingga menjadi lebih efektif diukur dari jumlah pekerjaan yang dapat dilakukan pada saat tertentu (throughput) dan response time.
  • Information (informasi), peningkatan terhadap kualitas informasi yang disajikan.
  • Economics (ekonomi), peningkatan terhadap manfaat-manfaat atau keuntungan atau penurunan biaya yang terjadi.
  • Control (pengendalian), peningkatan terhadap pengendalian untuk mendeteksi dan memperbaiki kesalahan derta kecurangan yang akan terjadi.
  • Efficiency (efisiensi), peningkatan terhadap efisiensi operasi.
  • Service (pelayanan), peningkatan terhadap pelayanan yang diberikan oleh sistem.

Aturan Penyadapan Informasi Dalam UU Telekomunikasi dan ITE

Tulisan ini akan cukup panjang jika dibuat dalam satu tulisan, jadi insyallah akan dibuat dalam dua tulisan.

Pernyataan Menkominfo, Tifatul Sembiring, untuk mengeluarkan aturan teknis penyadapan di bawah naungan Departemen Komunikasi dan Informatika menimbulkan reaksi keras dari berbagai pihak. Sebagian besar pihak yang menentang mengganggap aturan teknis yang nantinya berbentuk Peraturan Pemerintah akan melemahkan wewenang KPK. Atau dengan kata lain menghambat penegakan tindak pidana korupsi di Indonesia.

Sebenarnya, aturan tentang penyadapan telah diatur dalam UU No 32/1999 tentang Telekomunikasi dan UU No 11/2008 tentang ITE, bahwa penyadapan merupakan tindakan yang dilarang kecuali diatur secara khusus melalui peraturan perundang-undangan.

Dalam UU No. 32/1999 tentang Telekomunikasi, pasal 41 dan 42 disebutkan

Pasal 41 :
Dalam rangka pembuktian kebenaran pemakaian fasilitas telekomunikasi atas permintaan pengguna jasa telekomunikasi, penyelenggara jasa telekomunikasi wajib melakukan perekaman pemakaian fasilitas telekomunikasi yang digunakan oleh pengguna jasa telekomunikasi dan dapat melakukan perekaman informasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 42:
(1) Penyelenggara jasa telekomunikasi wajib merahasiakan informasi yang dikirim dan atau diterima oleh pelanggan jasa telekomunikasi melalui jaringan telekomunikasi dan atau jasa telekomunikasi yang diselenggarakannya.

(2) Untuk keperluan proses peradilan pidana, penyelenggara jasa telekomunikasi dapat merekam informasi yang dikirim dan atau diterima oleh penyelenggara jasa telekomunikasi serta dapat memberikan informasi yang diperlukan atas :
a. permintaan tertulis Jaksa Agung dan atau Kepala Kepolisian Republik Indonesia untuk tindak pidana tertentu;
b. permintaan penyidik untuk tindak pidana tertentu sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Sedangkan dalam pasal 31 UU No. 11/2008 tentang ITE, disebutkan:
(1) Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan intersepsi atau penyadapan atas Informasi Elektronik dalam suatu Komputer dan/atau Sistem Elektronik tertentu milik orang lain.  (2) Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan intersepsi atas transmisi Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang tidak bersifat publik dari, ke, dan di dalam suatu Komputer dan/atau Sistem Elektronik tertentu milik orang lain, baik yang tidak menyebabkan perubahan apa pun maupun yang menyebabkan adanya perubahan, penghilangan, dan/atau penghentian Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang sedang ditransmisikan.
(3) Kecuali intersepsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), intersepsi yang dilakukan dalam rangka penegakan hukum atas permintaan kepolisian, kejaksaan, dan/atau institusi penegak hukum lainnya yang ditetapkan berdasarkan undang-undang.
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara intersepsi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Sebelumnya juga, telah dikeluarkan Peraturan Menkominfo, PM No 11/Per/M.Kominfo/2006 tentang Teknis Penyadapan Terhadap Informasi. Dimana penyadapan informasi diperbolehkan berdasarkan azas dan tujuan yang telah diatur seperti, perlindungan konsumen, kepastian dan penegakan hukum, dan keamanan informasi. Serta ditujukan bagi penyidikan, penuntutan, dan peradilan tindak pidana.

Dalam pelaksanaannya, dibentuk suatu tim pengawas yang terdiri dari unsur direktorat jenderal, penegak hukum, dan penyelenggara telekomunikasi. Wewenang tim pengawas terbatas pada penelitian legalitas surat perintah tugas aparat penegak hukum. Namun, dalam implementasinya peraturan ini tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya. Terbukti tidak adanya tim pengawas selama ini yang menilai legalitas dan tidak adanya aparat yan mengajukan ijin penyadapan. Baik KPK maupun Polri bebas melakukan penyadapan tanpa perlu meminta ijin terlebih dahulu. Maka tak heran jika kemudian KPK merasa bahwa wewenangnya akan dikebiri jika RPP ini diberlakukan.

Jika merujuk pada Undang-Undang maka aturan tentang teknis penyadapan perlu diberlakukan agar penegakan tindak pidana korupsi terlaksana sebagaimana mestinya. Tapi perlu dilihat dahulu bagaimana isi dari RPP tersebut agar proses penyadapan berlangsung tanpa birokrasi yang berbelit-belit.

Program 100 Hari: Desa Komputer Seperti Apa

ICT Development Index (IDI) yang direkam oleh International Telecommunication Union (ITU) mencatat bahwa kepemilikan komputer oleh rumah tangga di Indonesia pada tahun 2007 adalah 8,1. Meningkat jauh dibanding tahun 2002 yang hanya pada poin 0,3 saja. Meskipun belum mampu menyamai Malaysia dan Thailand, peningkatan yang luar biasa pada kurun waktu 5 tahun tersebut menunjukkan tingkat ketertarikan masyarakat pada komputer sangat tinggi. Kondisi ini dapat dipicu oleh pertumbuhan pasar yang stabil, kebutuhan, dan tuntutan menghadapi era digital. Akan tetapi, pertumbuhan kepemilikan komputer hanya terjadi di perkotaan, bukan di rural area atau pedesaan.

Kepemilikan komputer di pedesaan masih tergolong sangat rendah. Hal ini disebabkan tingkat kebutuhan dan keterampilan operasi terhadap komputer masih rendah sehingga masyarakat belum dapat merasakan manfaatnya. Itu baru computer yang stand alone, belum yang terkoneksi dengan jaringan internet.

Berdasarkan kajian yang dilakukan PT. Telkom Divre IV Jateng-DIY, penggunaan internet di wilayah Jateng-DIY masih didominasi perkotaan (85%). Pemicu terhadap kurangnya akses informasi di pedesaan adalah merasa kurang membutuhkan (40%), tidak memiliki komputer (33%), tidak tertarik (25%), kurang pengetahuan pengoperasian (25%), dan masalah biaya (16%).

Kondisi yang terjadi saat ini dapat dikatakan sebagai kesenjangan digital. Adanya jurang yang sangat lebar dalam mengakses informasi antara masyarakat perkotaan dan pedesaan. Jurang inilah yang akan dipersempit hingga tidak ada lagi gap dalam kemudahan dan kepemilikan media digital komunikasi dan informatika.

Jika mengacu pada World Summit Information Society (WSIS) di Geneva, adalah suatu kewajiban bagi setiap negara anggota termasuk Indonesia untuk menghubungkan pedesaan dengan ICT dan membangun Community Access Points di pedesaan. Hal ini tidak lain ditujukan bagi terwujudnya masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge based society). Maka adanya program 100 desa komputer pantas disambut hangat bagi terbukanya jalan informasi untuk masyarakat pedesaan. Namun desa komputer seperti apa yang akan dibangun?

Menkominfo perlu menyusun rancangan rencana strategis yang akan menjadi prioritas pembangunan kapasitas kompetensi masyarakat dengan menggunakan komputer. Prioritas rencana strategis tersebut dapat berupa: 1. Membuka jalan bagi masyarakat dalam mengakses jaringan dan layanan digital (ICT) 2. Membangun konten informasi yang sesuai dengan karakter masyarakat lokal. Hal ini dapat berkaitan dengan bentuk implementasi desa komputer yang sesuai bagi tiap desa. 3. Meningkatkan produktivitas usaha ekonomi masyarakat lokal dengan pemanfaatan komputer (ICT) karena ketersediaan informasi membuka peluang dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dari rencana strategis tersebut, desain desa komputer yang dimaksud dapat terwujud. Apakah desa dengan seperangkat unit komputer stand alone ataukah desa dengan seperangkat unit komputer berserta koneksi jaringan internet?

RUU Kominfo Yang Akan Dibahas DPR Tahun 2010

Tahun 2010 nanti, direncanakan DPR akan memprioritaskan pembahasan 55 RUU yang dilimpahkan pada komisi berkaitan. Dari 55 RUU tersebut, terdapat 3 RUU yang berkaitan secara langsung dengan kominfo dan beberapa diantaranya berkaitan secara tidak langsung.

Ketiga RUU yang akan dibahas yaitu RUU Penyiaran (revisi dari UU 32/2002 tentang Penyiaran), RUU Konvergensi Telematika, dan RUU Tindakan Pidana Teknologi Informasi. Pembahasan nantinya akan dilimpahkan ke Komisi I DPR.

Pelaksanaan UU No 32/2002 saat ini masih banyak ketimpangan, bahkan aturan turunannya (Permen, Kepmen) juga belum mengakomodir permasalahan di lapangan. Misalnya saja pelaksanaan stasiun televisi berjaringan yang hingga saat ini belum terwujud. Aturan penyiaran dan perijinan juga masih belum dipahami dengan baik. Jika nantinya revisi ini dibahas, sebaiknya aturan tentang stasiun TV berjaringan, perijinan, dan siaran perlu disebukan secara tegas.

Demikian pula dengan adanya RUU Konvergensi Telematika. Ada hal yang menarik disini karena kita akan menuju era konvergensi. Televisi, telekomunikasi, dan internet akan berada dalam satu jaringan. Maka, bisa jadi antara UU Telekomunikasi dan UU Internet akan disinggung kembali. Bahkan akan saling beririsan dengan RUU Penyiaran dan RUU Konvergensi. Begitupun dengan adanya RUU Tindak Pidana Teknologi Informasi (cybercrime) akan ada kaitannya dengan UU ITE.

Bagaimanapun geliat TIK di negeri semakan gencar dan perlu diatur secara bijaksana. Semoga tidak berhenti pada UU, diturunkan kembali dalam bentuk Permen maupun Kepmen. Beberapa turunan UU tentang kominfo saat ini masih belum tuntas terutama tentang UU ITE.