Dukungan IT Untuk Perhitungan Suara Pemilu

Perhitungan suara Pemilu Legislatif dapat dilakukan dengan beberapa metode, yang umum digunakan adalah perhitungan secara manual (real count) dan perhitungan cepat (quick count). Sedangkan metode lain yang baru diperkenalkan adalah exit pool atau perhitungan dengan mempertimbangkan pemilihan rahasia. Perhitungan manual lebih sering digunakan oleh KPU, dari level terendah di tingkat KPPS (Kelompok Panitia Pemungutan Suara) hingga KPU Pusat dengan tujuan mendapatkan data suara yang lebih akurat dengan bukti kuat berupa form rekap pemungutan suara. Sedangkan perhitungan cepat lebih sering digunakan lembaga survey dengan melakukan sampling pada beberapa TPS di seantereo negeri. Tingkat kesalahan sampling diharapkan sekecil mungkin dibawah 1 % serta melibatkan ribuan tenaga di TPS. Hitung cepat tersebut bertujuan memperoleh hasil pemungutan suara secepat mungkin yang sangat ingin diketahui oleh peserta Pemilu dan masyarakat. KPU sendiri perlahan mulai melakukan perhitungan cepat terutama untuk anggota DPR serta menampilkan data secara real time yang dapat diakses oleh siapa saja melalui www.tnp.kpu.go.id.

Kecepatan hasil perhitungan ini didukung oleh sistem informasi teknologi Pemilu yang digunakan baik oleh KPU maupun lembaga survey. Tidak dapat dipungkiri, wilayah Indonesia yang begitu luas akan memperlambat hasil penghitungan suara jika tidak mendapat dukungan sistem TI. KPU Pusat sendiri telah meminta KPU di daerah menggunakan perhitungan cepat untuk anggota DPR dan dikirimkan secara online melalui jaringan IT KPU ke pusat tabulasi nasional. sebagai contoh KPU Solo, KPU Sragen, dan KPU Wonogiri telah menggunakan sistem IT untuk anggota DPR dan DPRD Kabupaten/Kota

Dalam perhelatan akbar ini, KPU telah cukup bijaksana dengan memanfaatkan IT untuk mendukung pelaksanaan Pemilu meskipun baru di bagian hilr saja yaitu penghitungan dan penampilan hasil suara. Sistem Pemilu 2009 ini jauh berbeda dengan Pemilu 2004 sehingga banyak sistem informasi baru yang diperkenalkan akibatnya hingga hari H cukup banyak permasalahan yang dihadapi diantaranya sistem aplikasi yang belum optimal seperti yang terjadi di Solo. Anggota KPU Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu, Pata Hindra Aryanto, mengungkapkan gangguan pada software TI Pemilu menyebabkan proses input data menjadi lamban. Dari 75% formulir C1 yang masuk ke KPU dari 1.252 TPS, baru 10% yang berhasil di-input-kan. (Sistem IT KPU Solo Terganggu, 10 April 2009, www.solopos.com). Di tingkat nasional sendiri Pusat Tabulasi Nasional Pemilu 2009 sempat diserang puluhan hacker yang mencoba merubah tampilan tabulasi dan me-nol-kan data(Real Count KPU Diserang Hacker, 12 April 2009, www.detikpemilu.com).

Jika dicermati, metode hitung cepat menyisakan beberapa persoalan. Pertama, infrastruktur TI sebagai entitas pendukung dalam sistem manajemen informasi Pemilu belum tersedia dengan baik di setiap daerah. Persoalan distribusi logistik Pemilu saja masih berantakan apalagi sistem TI di tingkat KPU daerah. Hanya daerah dengan tingkat infrastruktur baik saja yang dapat menggunakan sistem ini sehingga mau tidak mau, KPU kembali ke metode lama menggunakan hitung manual yang membutuhkan waktu lama dan tingkat akurasi yang rendah. Kedua, tidak semua sumber daya terampil menggunakan sarana TI yang disediakan. Hal yang sederhana saja seperti pemindaian (scanning) form C1-IT tidak dapat dilakukan oleh semua petugas sehingga harus melibatkan divisi TI yang minim jumlahnya. Ketiga, tingkat legitimasi hasil quick count perlu diatur. Banyak konstituen Pemilu baik caleg, parpol, pakar, bahkan masyarakat mengandalkan hasil quick count. Bahkan, hasil quick count dianggap sebagai hasil final yang telah berlandaskan hukum terutam oleh peserta Pemilu. Tujuannya, selain mendapat hasil lebih cepat, juga menjadi dasar bagi caleg jika terjadi ketidaksamaan antara hasil yang mereka miliki dengan hasil KPU.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s